Kegiatan ini digelar oleh Solidaritas Pemuda Mahasiswa Merah Putih, menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan politik dan akademisi.
Mas Toni sapaan akrab Arif Fathoni menegaskan, Gerakan 25 Agustus merupakan sinyal kuat bahwa masyarakat masih memiliki harapan terhadap lembaga DPRD.
“Kemarahan publik itu bukan kebencian, tapi bentuk cinta yang belum tersampaikan. Artinya, rakyat masih percaya bahwa kita bisa berubah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sebagian anggota legislatif kerap terjebak dalam rutinitas birokrasi dan kehilangan kedekatan emosional dengan rakyat. Karena itu, ia mengajak DPRD agar lebih terbuka terhadap kritik dan memperkuat komunikasi publik.












