Ia menambahkan, dukungan pelaku usaha lokal terhadap kegiatan perayaan di tingkat RT/RW juga minim. Bahkan, sekelas toko modern di permukiman warga rata-rata hanya menyumbang Rp100-200 ribu.
“Kira-kira berapa kontribusi pelaku usaha setempat memberikan dukungan dana ke RT/RW? Sekelas toko modern aja rata-rata cuma kasih donasi 100-200 ribu,” bebernya.
Cak Yebe mendorong Pemkot memberikan dukungan nyata agar kampung-kampung tetap meriah pada peringatan 17 Agustus. Ia bahkan mengusulkan adanya alokasi anggaran khusus mulai tahun depan.
“Ya mungkin dari kejadian ini bisa dijadikan bahan evaluasi bagi pemkot Surabaya, barangkali di tahun depan Walikota bisa memprogramkan alokasi anggaran khusus untuk perayaan HUT RI 2026 di kampung-kampung di Surabaya untuk disubsidikan ke RT/RW se-Surabaya,” selorohnya.













