“Kita dukung penuh. Tapi harus ada konsistensi. Jangan hanya ‘kencang di awal, reda di tengah’. Penertiban ini harus jadi awal pembenahan menyeluruh — bukan seremonial sesaat,” imbuhnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut dalam gerakan ini, dengan berani menolak pungutan liar, melaporkan jukir ilegal, dan mengedukasi sesama agar tidak tunduk pada sistem yang menindas.
“Warga Surabaya jangan mau terus-menerus dirugikan. Lawan pungli! Laporkan setiap penyimpangan. Ini bagian dari perjuangan warga untuk kota yang lebih tertib, adil, dan berintegritas,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, Wali Kota Eri Cahyadi sebelumnya telah menyatakan akan mengevaluasi total pengelolaan parkir di seluruh sektor, termasuk menghitung ulang potensi pajak parkir di lokasi-lokasi usaha usai melakukan sidak di beberapa toko modern di kota Surabaya.













