Achmad memyebut berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, terdapat 34 tempat penyelenggaraan program kejar paket.
Dari jumlah tersebut, hanya satu yang berstatus negeri dan memberikan layanan gratis. Namun, warga dari keluarga miskin dan pra-miskin dapat mengajukan keringanan biaya dan bantuan beasiswa.
“Warga yang putus sekolah harus diberi peluang untuk bangkit melalui pendidikan. Pemerintah harus hadir dengan informasi yang jelas dan akses yang merata, khususnya di wilayah-wilayah padat penduduk seperti Surabaya Utara,” tegas Achmad.













