“Faktanya, ketika MERR dibangun, harga tanah di sekitarnya melonjak. Yang untung pengembang, bukan warga,” ujarnya.
Yona juga menegaskan bahwa DPRD tidak pernah diajak diskusi soal rencana utang ini.
“Pemkot jangan buat seolah-olah DPRD sudah setuju. Wong kami belum diajak bicara sama sekali. Ini bukan uang receh untuk beli dawet, beban akhirnya akan ditanggung warga,” tegas Yona.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa keuangan Surabaya sedang tidak dalam kondisi ideal, dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang minus Rp1,5 triliun pada 2024.
“Kalau PAD saja tidak tercapai, lalu kita mau menambah utang sebesar ini, realistis saja,” katanya.













