Menurut Ra Nasich, penanganan banjir tidak bisa sepotong sepotong tetapi ini harus dilakukan secara tuntas dan komprehensif serta terintegrasi dengan baik. Dirinya mencontohkan dari hulunya itu ini erat kaitanya dengan potensi terjadinya penggundulan hutan atau pengembangan lahan untuk pembangunan baik pemukiman ataupun bangunan yang lain sehingga menyebabkan daerah resapan air menjadi berkurang secara maksimal.
“Akibatnya air yang mengalir ke sungai itu debitnya menjadi besar sehingga berpotensi menyebabkan banjir,” beber politikus asal Bangkalan Madura ini.
Selanjutnya terkait permasalahan sungai, lanjut Ra Nasich diperlukan duduk bersama untuk bersinergi dalam usaha mencegah dan mengantisipasi terjadinya banjir. Ini juga harus melibatkan BBWS Brantas maupun BBWS Bengawan Solo selian Kota kab dan Provinsi.
Di sisi lain, masalah kebersihan sungai juga memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap terjadinya banjir. Mengingat, masih banyak dijumpai adanya sampah alami seperti enceng gondok, bambu, ranting dan batang pohon tumbang yang dibiarkan masuk ke sungai.













