cakrawalanews.co – Komisi A DPRD Kota Surabaya menyoroti sejumlah temuan terkait fasilitas dan peralatan di Command Center 112, pusat layanan darurat Kota Surabaya. Dalam kunjungan kerja yang dilakukan pada Kamis (14/11), para anggota Komisi A menemukan beberapa alat yang mengalami kerusakan, termasuk Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang kedaluwarsa serta sejumlah monitor CCTV yang tidak berfungsi.
Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengatakan bahwa Command Center 112 memegang peranan vital dalam menangani situasi darurat di Kota Surabaya. Oleh karena itu, kondisi fasilitas command center ini harus dipastikan aman dan berfungsi optimal.
“Kami menemukan empat APAR di Command Center 112 yang sudah kedaluwarsa sejak 2021. Padahal, alat pemadam ini sangat penting sebagai standar pengamanan gedung, terutama di ruang yang dipenuhi monitor yang menyala 24 jam tanpa henti,” ujar Yona, politisi dari Partai Gerindra.
Yona menekankan bahwa ruangan Command Center rentan terhadap risiko kebakaran, mengingat banyaknya perangkat elektronik yang aktif sepanjang waktu. Jika terjadi korsleting listrik, APAR menjadi alat pemadam pertama yang dapat diandalkan. “Air bukan pemadam yang efektif dalam kondisi ini. Maka kami mendesak agar APAR segera diperbarui. Kami berikan waktu satu minggu untuk perbaikan ini,” tegasnya.












