“Kami menemukan keluhan bahwa warga kesulitan menghubungi Command Center 112. Seharusnya, di era teknologi saat ini, masalah teknis seperti ini bisa diatasi dengan mudah. Kami meminta agar jalur komunikasi ditingkatkan supaya warga dapat terlayani dengan cepat,” ujar politisi PSI tersebut.
Rio juga menekankan perlunya peningkatan kapasitas petugas di Command Center. Ia berharap petugas tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga keahlian dalam penanganan psikologis dan medis dasar. Hal ini penting untuk membantu warga yang melapor dalam kondisi panik, terutama dalam keadaan darurat kesehatan.
“Kami ingin petugas dapat memberikan arahan kepada pelapor yang sedang panik. Misalnya, ketika ada situasi medis darurat, petugas bisa memberikan langkah-langkah pertolongan pertama sambil menunggu tim medis tiba di lokasi,” kata Rio.
Komisi A menegaskan bahwa temuan ini harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Surabaya. Mereka berharap dalam waktu tujuh hari ke depan, peralatan di Command Center 112 sudah dalam kondisi optimal agar pelayanan darurat bagi warga Surabaya tidak terganggu.











