Medan, Cakrawalanews.co | Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan senilai Rp32,25 miliar untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di BBPVP Medan, Selasa (21/4/2026), sebagai bagian dari program Kemnaker Peduli.
Yassierli menegaskan, bantuan ini tidak hanya bersifat tanggap darurat, tetapi dirancang untuk mengembalikan daya kerja dan kemandirian ekonomi masyarakat. “Namun saya yakin, dengan semangat gotong royong dan ketangguhan masyarakat Sumatera Utara dan Aceh, kita akan mampu bangkit dan pulih bersama,” ujarnya.
Dari total anggaran tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk pelatihan vokasi yang menyasar 6.954 orang, terdiri dari 4.516 peserta di Sumatera Utara dan 2.438 peserta di Aceh. Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan agar masyarakat dapat kembali bekerja atau membuka usaha.
Selain itu, Kemnaker juga menyalurkan 40 paket padat karya senilai Rp4 miliar guna menciptakan lapangan kerja sementara di wilayah terdampak. Untuk mendorong kewirausahaan, disiapkan 400 paket bantuan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) senilai Rp2 miliar, serta dukungan wirausaha melalui program MPSI sebesar Rp750 juta.
Di sisi sosial, bantuan juga diberikan kepada 28 pekerja terdampak kategori berat dan sedang berupa paket sembako dan tali asih senilai Rp52,5 juta.
Yassierli menekankan, pemulihan pascabencana tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi harus berlanjut hingga masyarakat benar-benar mandiri. “Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat. Kita jadikan musibah ini sebagai titik untuk bangkit lebih kuat dan lebih siap menghadapi masa depan,” tegasnya.
Kemnaker melalui balai pelatihan di Medan dan Aceh juga menyiapkan program lanjutan berbasis kebutuhan pascabencana, mulai dari peningkatan keterampilan hingga penguatan produktivitas tenaga kerja. Upaya ini diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi ekonomi, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia di dua provinsi tersebut.












