Cakrawala KeadilanIndeks

Petani dan Nelayan Demo Istana Tuntut Reformasi Agraria

×

Petani dan Nelayan Demo Istana Tuntut Reformasi Agraria

Sebarkan artikel ini
Petani dan nelayan yang demo menuntut reformasi agraria.

“Di bawah kepemimpinan Jokowi-JK (2015-2016), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat telah terjadi sedikitnya 702 konflik agraria di atas tanah seluas 1.665.457 hektare yang melibatkan 195.459 kepala keluarga. Artinya dalam satu hari rata-rata terjadi satu konflik agraria,” bebernya.

“Sementara dalam rentang waktu tersebut, sedikitnya 455 petani telah dikriminalisasi/ditahan, 229 petani mengalami kekerasan/tertembak, dan 18 orang tewas di wilayah-wilayah konflik agraria,” sambung Dewi.

Selain itu, adanya 16 proyek reklamasi dituding menghilangkan sumber penghidupan lebih dari 107.000 KK nelayan. Pemberian izin tambang pesisir, pembangunan pariwisata dan pulau-pulau kecil dituding merampas sumber kehidupan masyarakat.

Kata Dewi, kerusakan lingkungan hidup akibat ini juga dirasakan bertambah parah. Dewi menyebut perusahaan turut menyumbang atau terlibat dalam perusakan alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *