“Seharusnya zakat, infaq dan shodaqoh diberikan yang terdekat dahulu, setelah saudara, berarti ke tetangga,” tutur Cak Eri, sapaan lekatnya.
Cak Eri meyakini, dengan kekuatan ZIS, maka tidak akan pernah ada kemiskinan di Kota Surabaya. Karena itu, ZIS harus dikelola dengan baik, begitu pula dengan penyalurannya. Makanya, ia mengajak masyarakat untuk menggalakkan zakat produktif agar para penerimanya dapat menghasilkan ekonomi secara sustainable atau berkelanjutan.
“Begitu banyak umat muslim menunggu antrian zakat, dapat Rp50-100 ribu dan beras. Namun di bulan depan hidupnya tetap seperti semula. Waktunya kita berubah, waktunya bergandengan tangan. Zakat, infaq dan shodaqoh bisa menjadi kekuatan yang luar biasa,” paparnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Eri juga berpesan kepada para jamaah bahwa masjid bukan hanya menjadi tempat untuk beribadah. Menurutnya, masjid seharusnya juga bisa menjadi tempat untuk menggerakkan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan pengangguran. “Karena masjid itu dimakmurkan, bukan hanya didirikan,” jelasnya.












