“Nilainya bervariasi tergantung wilayah. Misalnya di Panjang Jiwo sekitar Rp 2,8 milyar. Kalau di Nginden Jangkungan sekitar Rp 2,6 milyar. Sedangkan di Klampis Ngasem sebesar Rp 2,4 milyar dari yang sebelumnya Rp 2,3 milyar,” jelasnya.
Anas juga berpesan kepada Pemkot Surabaya, supaya Musbangkel tidak hanya sekedar formalitas.
“Namun harus benar-benar menjadi perhatian Pemkot Surabaya. Sebagai bentuk partisipatif masyarakat dalam pembangunan. Melalui usulan-usulan yang diwujudkan bentuknya,” tegasnya.
Saat menghadiri Musbangkel, Anas juga menyampaikan komitment DPRD Surabaya dan Pemkot Surabaya, untuk pemberdayaan UMKM lewat alokasi APBD 2023 sebesar 40 persen. Atau senilai Rp 3 triliun. Ditambah juga kredit usaha dengan bunga rendah, oleh BPR Surya Artha Utama (SAU).












