Surabaya. Cakrawalanews.co – Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) Jawa Timur menilai penanganan stunting di kabupaten/kota di Jatim belum maksimal. Kondisi itu bisa dibuktikan, dengan jumlah penderita stunting di beberapa wilayah yang cukup tinggi.
“Dengan program penanganan stunting juga cukup tinggi di Jatim. Tidak berjalan maksimal dan harus dioptimalkan lahgi. Contohnya saja, di Surabaya prevalensi stunting 28,9 cukup tinggi. padahal itu ibukota metropolis,” kata ketua Kesira Jatim dr Benjamin Kristianto dikonfirmasi, Kamis (15/9/2022).
Menurut dia, DPD Gerindra Jatim melalui Kesira Jatim, mempunyai tugas khusus menindaklanjuti kasus stunting dengan melakukan pendeteksian dini dan memberikan makanan tambahan kepada ibu hamil. Langkah itu akan dilakukan di beberapa daerah, sehingga bisa membantu menekan angka stunting.













