Sedangkan di Kabupaten Gresik, saat ini peserta PBI sejumlah 420.663 jiwa ada kenaikan peserta dari 394.293 jiwa tahun 2014. “Pada 2016, semua peserta Jamkesda diusulkan menjadi PBI pusat ke Kemensos RI, melalui Dinsos Jatim. Bila belum masuk, akan diintegerasikan melalui APBD Gresik. Rencananya, ada 30.000 jiwa yang akan diusulkan sebagai peserta PBI-Daerah” katanya.
Pelayanan kesehatan bagi peserta JKN dapat diakses di Puskesmas, Klinik Pratama, Klinik TNI/Polri, dokter praktek perorangan dan dokter gigi sejumlah 2.304 fasilitas kesehatan tingkat pertama, sedangkan fasilias kesehatan tingkat lanjutan dapat diakses pada klinik utama, Rumah Sakit (RS) pemerintah, RS Swasta, RS khusus, RS Jiwa, RS Polri sejumlah 227 RS.
Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI, Rieke Diah Pitaloka mengatakan, tujuannya membentuk relawan kesehatan adalah untuk mengawal dan mencegah terjadinya berbagai permasalahan terkait layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang miskin dan sangat miskin.
“Contohnya, kasus orang miskin ditolak masuk RS, sulit mendapatkan obat, dan lainnya. Jika JKN tidak dikawal, permasalahan seperti itu bisa muncul lagi, karena itu kita harus ubah dari sekarang, dan itulah alasannya kita butuh relawan. Saya harap kabupaten/kota lain juga ikut berpartisipasi, nanti relawan akan kami berikan pelatihan dan pendidikan” katanya.












