Gus Ipul mengatakan, pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dan membutuhkan peran serta seluruh pihak, tak terkecuali para relawan untuk menyukseskan pelaksanaan JKN. Tujuannya agar seluruh rakyat Indonesia, utamanya masyarakat yang miskin dan sangat miskin.
“Jadi para relawan ini memiliki tugas yang sangat mulia, memperjuangkan kaum kecil dan masyarakat luas. Inilah kesempatan kita untuk membantu orang lain, semoga dengan pelantikan relawan kesehatan ini bisa membuat masyarakat lebih sejahtera dan mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik” katanya.
Masih menurut Gus Ipul, peserta JKN di Jatim berjumlah 21.735.039 jiwa atau mencakup 55,95% dari penduduk Jatim. Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah pusat melalui APBN sejumlah 14.993.781 jiwa tahun 2016 ada penambahan peserta PBI sejumlah 991.911 jiwa dari peserta PBI tahun 2014 sejumlah 14.001.870 jiwa.
Kemudian, hasil verifikasi dan validasi data masyarakat miskin yang dulu menerima Jamkesmas, ada penghapusan peserta karena meninggal, data ganda, mampu sejumlah 329.940 jiwa.












