Tim teknis dari dinas terkait sedang menghitung kebutuhan biaya berdasarkan luas bangunan dan tingkat kerusakan atau kebutuhan pembenahan.
“Penghitungannya beda-beda per Puskesmas, dilihat dari kondisinya. Dalam waktu singkat InsyAllah selesai, karena dari ilmu sipil kan bisa kelihatan kebutuhan biaya per meter perseginya berapa,” terangnya.
Penataan sistem antrean juga diharapkan mengatasi persoalan pasien yang terlambat beberapa menit dari jadwal e-Health, lalu harus mengambil nomor antrean baru dari awal.
Dengan sistem yang lebih tertata, pelayanan diharapkan berjalan lebih efisien dan tidak menambah waktu tunggu warga.
Pemkot Surabaya menargetkan pembenahan ini membuat layanan kesehatan primer lebih mudah diakses.
Perbaikan sistem dan fasilitas diharapkan berjalan beriringan agar warga mendapat pelayanan yang tertib, nyaman, dan manusiawi.
“Kami berharap dengan penyempurnaan yang dilakukan nantinya, warga Kota Surabaya bisa mendapatkan layanan kesehatan primer yang cepat, tertib, dan manusiawi,” pungkasnya. (*)













