Proses tersebut melibatkan warga, pengurus RT, dan RW agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Setiap RW ditargetkan menyelesaikan validasi data untuk dua RT setiap harinya dengan melibatkan warga, pengurus RT, dan RW untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan. Jadi saya minta ayo kita sukseskan bersama,” imbuhnya.
Eri turut menekankan pentingnya pelayanan publik yang lebih dekat dengan warga.
Pemkot Surabaya menerjunkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan petugas terkait untuk berkantor langsung di Balai RW.
Skema ini diharapkan mempercepat penyelesaian persoalan masyarakat di tingkat lingkungan.
Menutup sambutannya, Eri kembali mengajak jemaah menjadikan Maulid Nabi sebagai dorongan untuk meneladani perilaku Rasulullah sekaligus berkontribusi dalam pembangunan kota.
“Saya yakin peran aktif serta dukungan dari kaum ibu dan majelis taklim memiliki kekuatan besar dalam mengawal perubahan positif dan pembangunan di Kota Surabaya,” pungkasnya. (*)













