Produksi pangan yang dilakukan warga bisa berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi sekaligus pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Untuk menjaga keberlanjutan kegiatan, Yona memberikan dukungan dana sebesar Rp10 juta kepada pengelola kebun hidroponik Sri Rejeki Jitu.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan operasional kebun.
“Bantuan ini saya berikan untuk mendukung operasional kebun hidroponik Sri Rejeki Jitu. Harapannya, kegiatan yang sudah berjalan ini bisa semakin produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga,” kata dia.
Upaya memperkuat ketahanan pangan tersebut juga didorong melalui pengelolaan sampah organik.
Yona memberikan empat unit tong komposter kepada warga agar limbah organik dari lingkungan dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.
“Pengelolaan sampah organik juga harus berjalan bersama dengan urban farming. Karena itu, saya memberikan empat unit tong komposter agar limbah organik yang ada bisa dikelola dan dimanfaatkan kembali,” ujar Cak Yebe.
Menurutnya, konsep ketahanan pangan di tingkat kampung dapat dibangun melalui ekosistem yang saling terhubung.
Sampah organik dikelola, lahan dimanfaatkan untuk produksi pangan, sementara hasilnya dapat dikonsumsi maupun dipasarkan.













