Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, penyelenggaraan event olahraga dengan peserta dari luar daerah memberikan efek terhadap sektor pariwisata dan usaha di Kota Pahlawan.
Lebih dari 11.000 peserta mengikuti gelaran maraton yang berlangsung pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Menurut Eri, tingginya jumlah peserta membuat Surabaya menjadi salah satu tujuan kegiatan olahraga lari berskala besar.
“Hari ini dilakukan kembali maraton di Kota Surabaya. Ini menunjukkan bahwa Surabaya memang menjadi salah satu pilihan utama untuk lari maraton di Indonesia. Partisipasinya mencapai 11 ribu peserta lebih dan dampaknya sangat luar biasa, terutama pada peningkatan okupansi hotel dan sektor pariwisata,” ujar Eri.
Dampak tersebut salah satunya terlihat dari tingkat hunian hotel selama penyelenggaraan.
Eri menyebut okupansi hotel berada pada kisaran 80 hingga 90 persen.
“Okupansi hotel meningkat 80 sampai 90 persen, karena 40 persen berasal dari luar kota Surabaya, dan 1 persen di antaranya merupakan pelari mancanegara dari Australia, Jepang, Filipina, hingga India,” ungkapnya.













