Surabaya, CakrawalaNews.co – Kardus, plastik, hingga CD bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah justru berubah menjadi karya kreatif di tangan anak-anak PAUD Surabaya.
Sebanyak 166 satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengikuti Lomba Asah Terampil bertema “Sampah Rumahku, Karya Ceriaku” di Convention Hall Surabaya, Selasa, 29 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, barang-barang yang sudah tidak terpakai diolah menjadi karya dan alat permainan edukatif.
Anak-anak belajar mengenal sampah sekaligus melihat bahwa benda bekas masih bisa digunakan kembali.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Bunda PAUD Surabaya itu tidak sekadar mencari karya terbaik.
Proses membuat karya menjadi bagian dari pembelajaran anak, mulai dari memilih bahan, memilah barang bekas, bekerja sama hingga mencoba lagi ketika mengalami kegagalan.
Bunda PAUD Surabaya Rini Indriyani mengatakan, kebiasaan peduli lingkungan perlu dikenalkan sejak usia dini.
Anak tidak harus menunggu masuk sekolah dasar untuk mulai memahami persoalan sampah.
“Anak-anak PAUD juga harus dilatih mulai usia dini bagaimana peduli terhadap lingkungan. Minimal mereka tahu membuang sampah pada tempatnya, kemudian mengenal sampah basah dan sampah kering,” kata Bunda Rini.
Menurut Rini, kegiatan tersebut juga melatih anak menghadapi kesalahan dan kegagalan.
Hal sederhana seperti mencoba kembali saat hasil karya belum sesuai menjadi bagian penting dalam proses belajar.













