Tingkat pengangguran terbuka juga ditargetkan turun menjadi 4,44 persen.
Dari sisi anggaran, belanja infrastruktur pelayanan publik mendapat porsi Rp6.226.758.038.745 atau 49,31 persen dari total belanja daerah.
Anggaran ini diarahkan antara lain untuk penanganan banjir, pemerataan layanan, mobilitas, dan kualitas lingkungan perkotaan.
Pilar kedua menitikberatkan pemerataan dan pengurangan kesenjangan.
Pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) menjadi bagian dari arah tersebut.
Untuk pendidikan, Pemkot mengalokasikan Rp2.813.513.665.262 atau 22,28 persen dari total belanja daerah.
Sementara itu, sekitar 29 ribu rumah disebut masih membutuhkan perbaikan. Eri memperkirakan kebutuhan anggarannya mencapai sekitar Rp600 miliar.













