Eri juga mengecek kondisi tempat penampungan. Salah seorang pekerja asal Malang diketahui sedang sakit hingga tidak bisa berjalan.
“Kondisi kamarnya agak pengap. Kemudian ada dua orang yang berasal dari Malang. Salah satunya mengalami sakit sehingga tidak bisa berjalan. Sejak malam dia terus menangis dan mengeluhkan kedua kakinya sakit,” ungkapnya.
Pekerja tersebut kemudian dibawa menggunakan ambulans untuk menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Setelah itu, ia diantar kembali ke Malang.
Di lokasi, Eri juga meminta perusahaan menyelesaikan hak pekerja yang masih ditahan.
Uang para pekerja kemudian dibayarkan seluruhnya dan mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
“Akhirnya saya siapkan ambulans, saya bawa untuk diperiksa di rumah sakit, kemudian saya antar pulang ke Malang. Saya tanyakan kepada mereka yang lain satu per satu karena saya juga tidak enak. Ternyata mereka semua ingin pulang,” tuturnya.
Persoalan lain muncul dari sisi perizinan.
Eri menghubungi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk mengecek status perusahaan tersebut.













