Surabaya, CakrawalaNews.co – Ribuan laporan warga masuk melalui kanal Lapor Cak Eri sepanjang 2026.
Banyaknya aduan itu tidak hanya menunjukkan partisipasi masyarakat, tetapi juga membuka gambaran tentang persoalan pelayanan publik yang masih perlu diselesaikan pemerintah.
Dosen sekaligus Wakil Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Jawa Timur M. Isa Ansori menilai kanal tersebut semestinya tidak berhenti sebagai tempat warga menyampaikan keluhan.
Lapor Cak Eri perlu menjadi penghubung antara persoalan yang disampaikan masyarakat dengan kerja birokrasi di lapangan.
Menurut Isa, kebutuhan warga bukan hanya memperoleh pelayanan, tetapi juga kepastian bahwa pemerintah merespons ketika persoalan muncul.
“Kepastian bahwa ketika mereka menghadapi persoalan, pemerintah mau mendengar dan membantu menemukan jalan penyelesaian,” kata Isa, Jumat, 25 September 2026.
Ia menyebut persoalan yang masuk melalui kanal pengaduan cukup beragam, mulai jalan rusak, parkir, sampah, layanan kesehatan dan pendidikan, bantuan sosial hingga administrasi.
Persoalan tersebut tidak selalu sederhana karena sebagian membutuhkan koordinasi lintas perangkat daerah maupun kewenangan.
“Di titik inilah Lapor Cak Eri menjadi menarik. Kanal ini bukan sekadar nomor WhatsApp untuk menyampaikan keluhan kepada wali kota. Ia dapat menjadi jembatan antara suara warga dengan kerja birokrasi,” ujarnya.
Hingga 31 Juli 2026, tercatat 13.091 aduan masuk melalui Lapor Cak Eri.
Sebanyak 13.058 aduan di antaranya telah dituntaskan. Pemkot Surabaya juga menetapkan standar respons maksimal 1×24 jam.
Bagi Isa, angka tersebut menunjukkan tingginya partisipasi warga sekaligus banyaknya persoalan yang harus ditangani.
Namun, jumlah laporan dan penyelesaian tidak semestinya hanya menjadi capaian statistik.













