Ketegangan kemudian digambarkan meningkat hingga para pejuang menaiki Hotel Yamato, menurunkan bendera Belanda, merobek bagian warna birunya, lalu mengibarkan kembali Merah Putih.
“Dahulu para pejuang bertanya bagaimana mempertahankan kemerdekaan. Sekarang pertanyaannya, apa yang kita lakukan untuk mengisi kemerdekaan,” kata Edo, sapaan akrabnya.
Tema “Merah Putih Bertanya” pun tidak berhenti pada penggambaran peristiwa sejarah.
Pertunjukan ini diarahkan menjadi ruang refleksi mengenai cara generasi saat ini meneruskan semangat perjuangan melalui karya, kebersamaan, dan kontribusi di tengah masyarakat.
“Kami mengajak warga Surabaya dan sekitarnya untuk hadir bersama keluarga maupun teman menyaksikan Opera Kolosal ‘Merah Putih Bertanya’. Kami berharap keterlibatan ratusan pemain dari berbagai latar belakang dapat menghadirkan pertunjukan yang memadukan nilai sejarah, keindahan seni, dan kebersamaan masyarakat,” pungkasnya. (*)













