Cakrawala Pendidikan

Menteri UMKM Soroti Inovasi Kampus yang Mandek: Jangan Berhenti jadi Prototipe

×

Menteri UMKM Soroti Inovasi Kampus yang Mandek: Jangan Berhenti jadi Prototipe

Sebarkan artikel ini
Umkm
Menteri UMKM Maman Abdurrahman ST memproyeksikan percepatan transformasi tenant menjadi usaha mandiri yang berkelanjutan dalam Bursa Wirausaha Unggulan Jatim 2026.

Surabaya, CakrawalaNews.co – Banyak inovasi lahir dari kampus, tetapi tidak semuanya berhasil menembus pasar.

Persoalan inilah yang menjadi perhatian Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman saat menghadiri Bursa Wirausaha Unggulan Jawa Timur 2026 di Gedung Pusat Robotika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Mengusung tema Berani Mulai, Bertumbuh, Siap Berdampak, kegiatan yang digelar ITS bersama Kementerian UMKM tersebut menjadi ruang pertemuan bagi wirausaha binaan, lembaga mitra, dan pemerintah.

Maman menilai penguatan ekosistem kewirausahaan menjadi penting di tengah masih rendahnya rasio kewirausahaan dan daya saing UMKM Indonesia.

Menurutnya, pembinaan tidak boleh berhenti pada tahap pendampingan.

Pemerintah justru mendorong agar para pelaku usaha yang selama ini berstatus tenant mampu bertransformasi menjadi bisnis yang mandiri dan berkelanjutan.

“Hal tersebut menjadi fokus kami (Kementerian UMKM, red) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan pengentasan kemiskinan,” ungkap Maman dari keterangan resminya pada Kamis, 24 September 2026.

Maman juga menyoroti persoalan yang kerap terjadi dalam pengembangan inovasi perguruan tinggi.

Banyak produk hasil riset dan kreativitas mahasiswa hanya mampu bertahan pada tahap prototipe dan belum menemukan jalan menuju komersialisasi.

Menurutnya, inovasi kampus belum sepenuhnya dipandang sebagai peluang bisnis yang memiliki prospek menguntungkan.

“Perlu juga dilakukan optimalisasi peran lembaga inkubator guna memantau, mengevaluasi, serta memberdayakan perusahaan rintisan (startup) dan UMKM potensial di berbagai daerah,” ujarnya.

Untuk memastikan proses pembinaan tidak berjalan tanpa ukuran yang jelas, Kementerian UMKM berencana membentuk komite monitoring khusus di bawah Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *