“Influenza A ini gejalanya memang menyerupai flu biasa dan fatality rendah, tidak menyebabkan kematian. Tidak ada ruang rawat inap yang penuh akibat Influenza A, baik di RSUD dr. Mohammad Soewandhie maupun RS EC. Pasien lebih banyak berobat di rawat jalan atau Puskesmas,” terang dr. Billy.
Meski kasus ISPA dan flu meningkat, kenaikannya masih dalam batas wajar.
Dari Januari-Agustus menuju September, peningkatan berada di kisaran 10 hingga 15 persen.
Penanganannya juga tidak membutuhkan perawatan intensif dalam skala besar seperti saat pandemi COVID-19.
“Treatment-nya sama seperti flu biasa, terapi biasa pasien sudah bisa sembuh. Kita tidak sampai memisahkan spesifikasi strain secara berlebihan seperti Covid-19 karena gejalanya bisa pulih dengan perawatan standar,” lanjutnya.
Dinkes Surabaya mengingatkan warga menjaga daya tahan tubuh.
Caranya dengan cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan memenuhi asupan vitamin.













