Salah satunya dengan mendorong pembangunan jalur tol di sisi timur Surabaya.
Pemkot berharap jalur alternatif tersebut bisa lebih dulu terealisasi.
Jika kapasitasnya dinilai sudah mampu menjawab kebutuhan transportasi, keberadaan Tol Tengah diharapkan tidak lagi menjadi kebutuhan.
“Harapan kami, tol itu bisa menjadi alternatif dari Tol Tengah. Kalau terealisasi dan ternyata sudah cukup, berarti tidak perlu lagi,” ujar Reinhard.
Meski demikian, keputusan mengenai pembangunan Tol Tengah tetap berada di pemerintah pusat.
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Surabaya pun belum menutup kemungkinan proyek tersebut.
Di sisi lain, rancangan tata ruang baru juga mengarahkan perhatian pada kawasan timur dan barat Surabaya.
Salah satunya Pakal yang disiapkan sebagai bagian dari kawasan strategis dalam perkembangan Surabaya Barat.
Reinhard mengatakan Pakal memiliki sejumlah fungsi dalam rancangan tata ruang, termasuk kawasan lindung dan kawasan yang terhubung dengan perkembangan Surabaya Barat.













