Surabaya, CakrawalaNews.co – Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mengajukan pinjaman sebesar Rp3,4 triliun melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) menarik perhatian di tengah keterbatasan ruang fiskal pemerintah daerah untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Skema pembiayaan serupa lebih dahulu digunakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Untuk periode 2026-2027, Pemkot Surabaya merencanakan pembiayaan infrastruktur melalui PT SMI dengan total kebutuhan sebesar Rp3.158.927.030.208.
Nilai tersebut merupakan rencana pembiayaan untuk tujuh proyek infrastruktur perkotaan dan bukan berarti seluruh dana tersebut telah dicairkan.
Dalam rencana tersebut, pembiayaan yang dialokasikan untuk 2026 sebesar Rp1.592.927.030.208, sedangkan untuk 2027 sebesar Rp1.566.000.000.000.
Sejumlah proyek yang masuk dalam rencana pembiayaan tersebut antara lain pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) trase Raya Sememi-Simpang Romokalisari, pelebaran Jalan Wiyung, Flyover Dolog, Diversi Gunungsari, penerangan jalan umum, Jalan Dharmahusada-MERR serta penanganan genangan.
Untuk tahap yang telah direalisasikan, PT SMI pada 24 April 2026 menandatangani perjanjian pembiayaan sebesar Rp885.850.000.000 dengan Pemkot Surabaya.
Pembiayaan tersebut ditujukan untuk pembangunan JLLB serta pelebaran Jalan Wiyung-Menganti.
Perjanjian ditandatangani Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa.
Pembangunan JLLB diarahkan untuk mendistribusikan arus lalu lintas secara lebih merata sehingga mengurangi beban jalan utama.
Sementara pelebaran Jalan Wiyung-Menganti ditujukan untuk mengatasi kepadatan kendaraan pada salah satu koridor dengan intensitas lalu lintas tinggi.
Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari tujuh proyek infrastruktur perkotaan Surabaya yang direncanakan dibiayai melalui skema tersebut.
Pemkot Surabaya memilih pembiayaan alternatif tersebut di tengah tekanan terhadap kapasitas fiskal daerah.













