Surabaya, CakrawalaNews.co – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai mengubah cara kerja birokrasi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menilai perubahan tersebut harus diikuti dengan kesiapan aparatur sipil negara (ASN), terutama dalam mengambil keputusan, berinovasi, dan menghadapi persoalan baru.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya Lilik Arijanto mengatakan AI seharusnya tidak dilihat sebagai ancaman bagi ASN.
Teknologi justru dapat mengambil alih pekerjaan rutin sehingga aparatur memiliki lebih banyak ruang untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan kemampuan manusia.
“AI bukan untuk menggantikan ASN, tetapi membantu ASN bekerja lebih baik. Pekerjaan yang rutin dan administratif bisa dibantu teknologi, sehingga kita bisa fokus pada hal-hal yang membutuhkan peran manusia, seperti kepemimpinan, kreativitas, komunikasi, empati, dan pengambilan keputusan,” kata Lilik, Sabtu, 5 September 2026.
Menurut Lilik, pemanfaatan AI juga bisa membantu pemerintah membaca data dan kebutuhan masyarakat.
Teknologi dapat digunakan untuk mempercepat pelayanan, mendukung perencanaan, hingga menemukan persoalan lebih awal.
Namun, penggunaan teknologi tidak berarti seluruh keputusan diserahkan kepada mesin. Keamanan data, etika, transparansi, dan akuntabilitas tetap menjadi tanggung jawab manusia.
“Teknologi bisa membantu kita bekerja lebih cepat, tetapi integritas dan tanggung jawab tetap ada pada kita. Karena itu, ASN Surabaya harus mau belajar, adaptif, inovatif, dan tidak takut mencoba hal-hal baru,” ujarnya.
Kesiapan ASN tersebut menjadi bagian dari transformasi birokrasi yang tengah dikembangkan Pemkot Surabaya. Salah satunya melalui Surabaya Corporate University yang diarahkan sebagai ekosistem pembelajaran berkelanjutan bagi ASN.













