“Pasti dampaknya kepada kualitas bangunan. Ini saya tanyakan ke dinas,” ujarnya.
Politisi Demokrat mengaku mendapat penjelasan bahwa anggaran tersebut berkaitan dengan pinjaman untuk pembangunan. Namun, penjelasan itu belum membuatnya puas karena sejumlah pembangunan disebut sudah berjalan bahkan telah dilaksanakan di lapangan.
“Katanya itu adalah uang utang untuk pembangunan, sementara di lapangan sudah dibangun. Nah, kalau itu sudah dibangun untuk apa utang?” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan urgensi penggunaan skema pinjaman apabila kebutuhan pembangunan maupun pembebasan lahan telah dapat dibiayai melalui APBD.













