Cakrawala Politik&PemerintahanCakrawala SurabayaDPRD Surabaya

Kebocoran Air PDAM Surabaya Tembus 38 Persen, Komisi B Desak Direksi Baru Cari Sumber Pendapatan Tanpa Naikkan Tarif

×

Kebocoran Air PDAM Surabaya Tembus 38 Persen, Komisi B Desak Direksi Baru Cari Sumber Pendapatan Tanpa Naikkan Tarif

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi B Yuga Pratisabda.
Anggota Komisi B Yuga Pratisabda.

“Ya yang jelas nanti Komisi B rencananya mungkin dalam bulan ini atau bulan depan akan mengundang juga Jasa Tirta,” kata Yuga.

Menurutnya, persoalan kualitas air baku tidak seharusnya hanya dibebankan kepada PDAM Surya Sembada. Jika kualitas air dari sumbernya dapat diperbaiki, biaya pengolahan yang harus ditanggung perusahaan juga berpotensi ditekan.

“Ini yang besok rencananya kita undang, Komisi B kita fasilitasi, termasuk kita minta PJT Jasa Tirta untuk memperbaiki air bakunya,” tegasnya.
Sementara itu, Yuga juga mengungkap perkembangan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang IV. Infrastruktur tersebut telah mulai diuji coba, tetapi belum beroperasi secara penuh.

“Karang Pilang ke-4 itu sudah diuji coba, tadi sudah diuji coba untuk beberapa. Tadi masih permasalahan meter air,” ujarnya.

Menurut Yuga, Karang Pilang IV diharapkan dapat membantu memperkuat tekanan air, khususnya di Zona 3 yang selama ini masih menjadi salah satu titik persoalan pelayanan.
Namun, efektivitas tambahan pasokan tersebut masih harus dihitung kembali oleh jajaran direksi.

“Fokusnya Karang Pilang ke-4 itu sebenarnya kan untuk membantu tekanan di zona 3. Nah itu rencananya teman-teman direksi juga akan rezonasi, dihitung lagi,” jelasnya.

Perhitungan tersebut diperlukan untuk memastikan apakah volume air dari IPAM Karang Pilang IV sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan Zona 3 atau masih membutuhkan tambahan pasokan.

“Jadi apakah volume dari IPAM Karang Pilang ke-4 ini sudah cukup? Apakah masih kurang? Nah itu yang masih dikalkulasi lagi,” katanya.

Yuga menegaskan, Komisi B masih memberikan ruang bagi direksi baru untuk bekerja dan membuktikan kinerjanya. Pertemuan awal dengan jajaran direksi disebut masih dalam suasana silaturahmi sehingga pembahasan teknis belum dilakukan secara mendalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *