Surabaya, CakrawalaNews.co | Direksi baru PDAM Surya Sembada Surabaya langsung mendapat pekerjaan rumah besar. Anggota Komisi B DPRD Surabaya dari Partai PSI, Yuga Pratisabda, menyoroti tingkat kehilangan air atau non-revenue water (NRW) yang disebut masih mencapai 38 persen.
Angka tersebut dinilai menjadi persoalan serius karena air yang seharusnya bisa menjadi sumber pendapatan justru hilang sebelum memberikan manfaat maksimal bagi perusahaan maupun masyarakat.
Yuga mengatakan, salah satu fokus utama yang harus segera dikerjakan jajaran direksi baru adalah menekan tingkat kebocoran tersebut hingga berada di bawah standar yang ditetapkan Kementerian PUPR.
“Yang pertama kami ucapkan selamat untuk kawan-kawan Direksi yang baru di program Air Minum Surya Sembada ini. Harapan kami di hari pertama bekerja langsung gaspol,” kata Yuga pada Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, persoalan NRW tidak bisa dianggap sepele. Dengan tingkat kebocoran mencapai 38 persen, potensi kerugian yang muncul juga sangat besar.
“Nah itu kalau dihitung secara anggaran ratusan itu yang bocor, jadi itu yang jadi fokus sudah diperbaiki supaya bisa turun dari angka standar dari PUPR sebesar 30 persen,” tegasnya.
Selain kebocoran, Komisi B juga meminta direksi baru memberi perhatian khusus terhadap persoalan distribusi air di Surabaya Utara, terutama Zona 3.
Yuga menyebut masih ada warga yang merasakan aliran air belum optimal dan baru lancar pada waktu dini hari.
“Terutama Surabaya Utara zona 3 yang masih mengalami airnya cuman lancar pada waktu dini hari. Ya itu yang menjadi garis utama PR yang paling besar,” ujarnya.
Yuga juga mengingatkan PDAM Surya Sembada agar tidak menjadikan kenaikan tarif sebagai satu-satunya cara untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.
Menurutnya, tingkat cakupan pelayanan air minum di Surabaya sudah mencapai sekitar 99 persen. Kondisi tersebut justru harus menjadi momentum bagi perusahaan untuk mengembangkan sumber pendapatan baru.












