Sebagai mitra kerja RSUD Dr. Soetomo di Komisi E DPRD Jawa Timur, Suli Da’im menilai sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan bedah saraf di rumah sakit rujukan terbesar di Jawa Timur tersebut.
Menurutnya, status RSUD Dr. Soetomo sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dengan kapasitas anggaran dan pendapatan yang besar semestinya memberikan ruang yang lebih luas untuk meningkatkan mutu dan kapasitas layanan.
“BLUD dibentuk agar rumah sakit memiliki fleksibilitas dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Karena itu, masyarakat tentu berharap fleksibilitas tersebut benar-benar diwujudkan dalam bentuk peningkatan kapasitas ruang operasi, penambahan peralatan kesehatan, penguatan sumber daya manusia, serta sistem pelayanan yang lebih cepat dan efektif. Jangan sampai masyarakat yang sedang berjuang mempertahankan hidup justru dibebani dengan antrean yang terlalu panjang,” ujarnya.
Wakil Ketua DPW PAN Jatim tersebut juga menilai Pemerintah Provinsi Jawa Timur perlu membangun sistem pelayanan yang lebih terintegrasi agar beban pelayanan tidak seluruhnya bertumpu pada RSUD Dr. Soetomo. Penguatan rumah sakit rujukan lain yang memiliki kemampuan bedah saraf, pengembangan jejaring layanan, serta pengaturan pola rujukan menjadi langkah yang perlu segera dikaji.
“Kita harus berpikir sistemik. Apabila kapasitas di RSUD Dr. Soetomo sudah melampaui kemampuan pelayanan, maka pemerintah perlu memperkuat rumah sakit rujukan lain sehingga pasien tidak harus menunggu terlalu lama. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pelayanan kesehatan,” katanya.













