Ke depan, BRIDA akan terus melakukan penyempurnaan penyelenggaraan, termasuk memperbaiki sistem transportasi shuttle agar mobilitas peserta menuju lokasi acara semakin nyaman dan efisien.
Selain lomba lari, Mangrove Eco Run 3.0 juga diramaikan Festival Riset dan Inovasi yang menghadirkan 78 periset dari perguruan tinggi, sekolah, hingga komunitas untuk memamerkan berbagai hasil penelitian dan inovasi kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut memperkuat posisi Kebun Raya Mangrove sebagai kawasan yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang konservasi, tetapi juga pusat edukasi dan pengembangan inovasi.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, mengatakan penyelenggaraan Mangrove Eco Run 3.0 merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-52 PT SIER sekaligus bentuk dukungan perusahaan terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Kota Surabaya.
“Ekosistem lingkungan menjadi hal yang sangat penting bagi kawasan industri seperti SIER karena aktivitas industri tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan. Karena itu, kami melihat kegiatan ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Rizka.













