Untuk menghadapi FNRP tahun ini, Purbaya Surabaya telah melakukan persiapan selama sekitar dua setengah bulan dengan mendatangkan pelatih dari sejumlah daerah yang memiliki pengalaman di bidang seni Reog. “Kita berproses (latihan) itu sudah dua bulan setengah. Semoga ini adalah penampilan dari Purboyo yang terbaik, mewakili Pemerintah Kota Surabaya. Kita mendatangkan pelatih dari Solo, Mojokerto, dari Magetan juga yang notabene mereka adalah pakar-pakarnya,” tuturnya.
Menjelang penampilan di FNRP 2026 di Ponorogo, Heru berpesan agar seluruh anggota kontingen menjaga mental dan fisik serta tampil maksimal saat berlaga. “Tolong tampilkan yang terbaik untuk Surabaya. Sekali lagi, semangat, Ojo Kendor, tunjukkan kemampuanmu, tunjukkan prestasimu, besok penampilan pertama, jaga semuanya, tunjukkan yang terbaik untuk Surabaya,” tegasnya.
Senada dengan itu, Camat Rungkut, Maskur, mengingatkan kontingen yang berangkat tidak hanya mewakili kelompok seni, tetapi juga membawa nama baik Kota Surabaya. “Kontingen yang akan berangkat ini tidak hanya mewakili grup-grup ya. Kami ini membawa nama baik Pemerintah Kota Surabaya,” kata Maskur.
Maskur berharap seluruh peserta dapat tampil optimal dan kembali ke Surabaya dengan prestasi membanggakan. “Semoga lancar dan selamat dan membawa juara satu,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 diikuti 32 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut digelar di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo sebagai bagian dari rangkaian Grebeg Suro 2026. Tim Reog Purbaya yang mewakili Pemkot Surabaya mendapatkan nomor urut 17 dan dijadwalkan tampil pada Sabtu, (13/6/2026) malam.












