“Bagi saya, inklusi itu adalah anak-anak yang diberikan kelebihan oleh Tuhan yang tidak dimiliki orang lain. Di sini kita bentuk Rumah Apresiasi,” ujar Eri.
Tak hanya itu, perhatian publik juga tertuju pada PPT Seruni Nambangan yang dibangun dekat pasar. Sekolah tersebut disiapkan untuk membantu para pedagang tetap bisa bekerja sambil mengawasi anaknya bersekolah.
“Kami bentuk PAUD/PPT ini di dekat pasar agar ibu-ibu penjual sayur atau ikan tetap bisa mencari nafkah sambil mengawasi anaknya sekolah. Pendidikan jalan, ekonomi keluarga juga jalan,” kata Eri.












