Cakrawala BirokrasiCakrawala NewsHeadline

Sambut Hari Kartini, Pemkot Surabaya Dongengkan ‘7 Kebiasaan Baik + 2’ untuk Bentuk Karakter Arek Suroboyo

×

Sambut Hari Kartini, Pemkot Surabaya Dongengkan ‘7 Kebiasaan Baik + 2’ untuk Bentuk Karakter Arek Suroboyo

Sebarkan artikel ini
Semangat Kartini Cilik Bersama Bunda Paud
Semangat Kartini Cilik Bersama Bunda Paud

SURABAYA , Cakrawalanews.co | Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap bulan April, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, melakukan kunjungan ke sejumlah Pos PAUD Terpadu (PPT), Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan literasi dan pembentukan karakter anak usia dini melalui metode mendongeng.

Kunjungan tersebut menyasar PPT Bougenville dan PPT Flamboyan. Kehadiran Bunda PAUD disambut antusias oleh anak-anak yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian, terutama saat sesi dongeng berlangsung.

Dalam kesempatan tersebut, Rini Indriyani membawakan cerita bertema “7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia Hebat + 2”. Ia menjelaskan bahwa metode dongeng dipilih karena dinilai efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada anak usia dini melalui pendekatan yang komunikatif dan interaktif.

“Anak usia dini itu paling efektif distimulasi lewat cerita. Di situ ada interaksi dan bonding. Kita ingin menanamkan kebiasaan baik seperti bangun pagi, beribadah, olahraga, hingga gemar belajar dan bersosialisasi sejak dini,” ujarnya.

Sebagai penguatan nilai lokal, Pemkot Surabaya menambahkan dua unsur karakter khas Kota Pahlawan, yakni Gotong Royong dan Wani. Nilai Wani ditujukan untuk melatih keberanian anak dalam menyampaikan pendapat, sementara Gotong Royong ditanamkan untuk membangun kepedulian sosial sejak usia dini.

Selain sesi mendongeng, anak-anak juga diajak berinteraksi langsung melalui dialog ringan mengenai aktivitas sehari-hari, guna membangun kepercayaan diri serta kemampuan komunikasi mereka.

Rini juga memberikan apresiasi terhadap para pendidik PAUD yang dinilai memiliki kesabaran tinggi dalam mendampingi anak-anak. Ia mengaku terkesan dengan perkembangan karakter yang mulai terlihat dalam perilaku sehari-hari anak.

“Saya melihat sendiri ada anak yang langsung mencari tempat sampah setelah minum, meskipun suasana ramai. Itu bukti bahwa karakter sudah mulai terbentuk. Mengajar anak PAUD membutuhkan kesabaran luar biasa, dan para Bunda PAUD kita telah menunjukkan dedikasi itu,” ungkapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Pemkot Surabaya juga memastikan akses pendidikan anak usia dini telah berjalan optimal. Berdasarkan data di wilayah yang dikunjungi, termasuk Kelurahan Wonokromo dan Wiyung, angka partisipasi sekolah untuk anak usia 5–6 tahun telah mencapai 100 persen.

“Saya memastikan tidak ada lagi anak usia 5 sampai 6 tahun yang tidak sekolah. Semua sudah terfasilitasi dan tinggal menunggu tahun ajaran baru,” tegasnya.

Momentum Hari Kartini ini, menurut Rini, menjadi pengingat penting bagi peran perempuan, khususnya ibu, dalam membentuk karakter generasi masa depan. Ia menekankan bahwa pendidikan karakter tidak harus kompleks, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Kebiasaan seperti antre, merapikan sepatu, hingga membuang sampah pada tempatnya adalah fondasi penting. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi dalam 10 hingga 15 tahun ke depan akan membentuk generasi yang kuat secara karakter,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *