Di sisi lain, Cahyo juga menyoroti program pengembangan pemuda yang sudah dianggarkan dalam APBD 2026.
Ia menyebut, Pemkot Surabaya telah menyepakati alokasi anggaran Rp47 miliar untuk program pemuda per RW, dengan besaran sekitar Rp35 juta per RW.
Meski demikian, ia mengungkapkan realisasi program tersebut belum berjalan karena aturan teknisnya belum tuntas.
“Dua pekan lalu saya tanya, setahu saya juklak sama juknisnya masih disusun,” katanya.
Cahyo menilai percepatan penyusunan payung hukum sangat penting agar anggaran yang sudah disepakati tidak terlambat dieksekusi.
Ia juga mengingatkan potensi waktu pelaksanaan yang mepet apabila program baru berjalan di pertengahan tahun.













