Hal ini dibuktikan dengan Indeks Tendensi Konsumen (ITK) masyarakat Jatim tertinggi di Indonesia, yakni sebesar 115,98 persen, yang berarti tingkat optimisme konsumen Jatim masih tinggi.
Ditambahkan, Jatim terus mengembangkan pola pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif. Untuk menuju pola pembangunan Jatim berkelanjutan, idealnya tingkat konsumsi adalah sama dengan atau lebih kecil dari 50 persen.
“Jatim masih tinggi konsumsi jangka pendeknya, terutama di sektor makan dan minum, ini yang harus kita perhatikan” tambahnya.
Selain itu, Pemprov Jatim juga melakukan program peningkatan ketrampilan SDM melalui pengembangan SMK Mini dan Balai Latihan Kerja (BLK) Plus yang kedepannya diharapkan akan menghasilkan tenaga kerja sebayak 36.000 orang tiap tahunnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik Jatim, M. Sairi Hasbullah mengatakan, kekuatan ekonomi akan lebih kuat bila ditopang oleh data yang akurat, sehingga sensus ekonomi ini bertujuan mendata kekuatan terkini dari ekonomi Indonesia, Jawa Timur, kab/kota, kecamatan dan dunia usaha.
” Sensus yang akan dimulai pada bulan Mei 2016 ini merupakan salah satu tugas statistik yang paling sulit sehingga dibutuhkan persiapan yang matang. Ia berharap, kedepannya dunia usaha lebih baik lagi”pungkasnya.(hms/mnhdi/cn01)



