“Ini sebagai bagian dari langkah kita menuju Jatim Provinsi Industri 2016”,Soekarwo.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Jatim sampai dengan Triwulan III Tahun 2015 meningkat sebesar 5,30 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Hasil survei BPS Tahun 2015, Ekonomi Jatim tumbuh sebesar 5,44 persen, sedangkan sektor industri tumbuh 6,22 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan industri nasional yang hanya 4,73 persen. Peningkatan ini juga dialami di sektor perdagangan sebesar 6,56 persen dibanding pertumbuhan nasional yang hanya 1,49 persen.
Pada Triwulan III Tahun 2015, produksi industri manufaktur besar-sedang di Jatim tumbuh sebesar 8,7 persen, dan industri mikro-kecil tumbuh sebesar 9,5 persen. Sedangkan, perkembangan PDRB Jatim Tahun 2015 sebesar 1.260,02 T, dibandingkan PDRB nasional sebesar 8.578,30 T.
Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Jawa Tumur (Jatim) Soekarwo, saat membuka Seminar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 di Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis (03/12).
Pada kesempatan itu pula, Gubernur yang akrab disapa Pakde Karwo ini meminta para Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) kab/kota untuk secara rutin memberikan data akurat kepada Kepala Daerah untuk digunakan dalam penyusunan program kerja.
“Jangan sampai ada program yang disusun hanya menggunakan feeling sehingga tidak tepat sasaran” ujarnya.












