Untuk itu, Pakde Karwo meminta semua pihak untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2016 tidak hanya sebagai perencaan kebijakan strategi, tetapi juga sebagai sarana melihat dan mengevaluasi menuju Jatim Provinsi Industri 2016.
Ia menambahkan, sebanyak 36,57 persen masyarakat Jatim di sektor pertanian harus didorong ke arah industri primer di sektor pertanian atau pengolahan bahan pangan.
“Ini sebagai bagian dari langkah kita menuju Jatim Provinsi Industri 2016”, tambahnya.
Lebih lanjut, Pakde Karwo meminta agar tahun 2016 Penanaman Modal Asing (PMA) ditingkatkan lagi. Dari total izin prinsip PMA sebanyak 128,75 T sampai dengan Triwulan III Tahun 2015, baru terealisasi sebesar 11,62 T. Sedangkan untuk PMDN dari total izin prinsip sebesar 31,32 T, baru masuk sekitar 13,32 T.
Sedangkan di bidang perdagangan barang dan jasa, pada Triwulan III Tahun 2015 ekspor Jatim sebesar 533,819 T dan impor sebesar 498,782 T. Sedangkan, kinerja ekspor-impor non migas murni baki neraca ekspor, sampai Triwulan III surplus 10.970,71 Milyar.
Untuk Deflasi Jatim pada Oktober 2015 sebesar -0,19 persen, sedangkan inflasi pada November 2015 sebesar 0,06 persen dibandingkan nasional sebesar 1,21 persen. Hal ini disebabkan karena melimpahnya stok bahan pangan khususnya bahan makanan di Jatim.



