Selain melalui media sosial, Polrestabes Surabaya juga menyediakan posko pencarian kendaraan untuk memudahkan masyarakat dalam mengecek keberadaan sepeda motor yang hilang.
“Ketika datang ke Polrestabes Surabaya, itu juga ada posko yang di situ ada blok-blok untuk mencari. (Misal) saya ada motor hilang nggak, kalau ada motor saya di sini, di blok mana, itu ada. Jadi ini dipermudah, dan semuanya gratis,” ujar Cak Eri.
Ia menegaskan bahwa pengambilan kendaraan di Polrestabes Surabaya tidak dipungut biaya dan masyarakat hanya perlu membawa bukti kepemilikan kendaraan.
“Kalau ada yang bilang bahwa pengambilan motor di Polrestabes bayar, itu tidak benar. Karena semuanya gratis,” katanya.
Cak Eri kembali menekankan bahwa upaya pencegahan curanmor tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada aparat kepolisian maupun pemerintah kota, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat.
“Ketika ada yang bertanya, kemana Polrestabes? Di mana polisinya? Di mana Pemkot-nya? Lho ini (keamanan) harus kita jaga bersama, tidak bisa hanya dijaga oleh Polrestabes,” ujarnya.
Oleh sebabnya, Cak Eri mengajak warga Surabaya untuk bersama-sama menjaga keamanan kendaraan masing-masing. “Maka hari ini menjadi pembelajaran kita. Ayo dijogo sepeda motore, dijogo keamanannya Surabaya dari pencurian motor,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Cak Eri juga mengungkap adanya inovasi alarm sepeda motor murah yang diberikan Polrestabes Surabaya secara gratis kepada korban curanmor.
“Bahkan, Pak Kapolrestabes ini sampai memikirkan warga Surabaya, yang punya motor agar aman itu seperti apa,” katanya.













