AdvertorialIndeksPilihan Redaksi

DPRD Surabaya Minta Mutu Pendidikan Tetap Terjaga Meski Ada Pengurangan Anggaran

×

DPRD Surabaya Minta Mutu Pendidikan Tetap Terjaga Meski Ada Pengurangan Anggaran

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Akmarawita Kadir
Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Akmarawita Kadir

CakrawalaNews.co – DPRD Kota Surabaya menegaskan komitmennya untuk memastikan kualitas pendidikan di Kota Pahlawan tetap terjaga, meskipun terjadi pengurangan anggaran dalam APBD Perubahan (APBD-P) 2025.

Hal ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi D DPRD Kota Surabaya bersama Dinas Pendidikan (Dispendik) pada Selasa (19/8/2025), yang dipimpin Ketua Komisi D, dr. Akmarawita Kadir. Rapat tersebut membahas evaluasi pertanggungjawaban anggaran semester I 2025 sekaligus koordinasi terkait APBD-P.

Dalam rapat tersebut, anggota komisi D memberikan sejumlah catatan penting. Anggota Komisi D, dr. Michael Leksodimulyo, misalnya, menyoroti rendahnya realisasi pengadaan perlengkapan sekolah yang baru mencapai 1,73 persen, serta ketidakseimbangan alokasi anggaran pengembangan karir pendidik antara jenjang SD dan PAUD.

“Ada yang kekurangan sekitar Rp1,5 miliar, sementara di sisi lain justru ada sisa anggaran Rp2,3 hingga Rp3,5 miliar. Saya perlu pencerahan kenapa bisa timpang seperti ini. Apakah bisa dievaluasi di tahun-tahun mendatang?” tegas Michael.

Menjawab hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Yusuf Masruh, memberikan penjelasan bahwa kebutuhan di tiap jenjang pendidikan berbeda. Mayoritas guru SD dan SMP sudah berpendidikan S1, sedangkan di PAUD masih banyak yang belum memenuhi kualifikasi tersebut. Karena itu, dukungan dana pengembangan karir lebih besar diberikan untuk guru PAUD.

“Program peningkatan kompetensi juga dijalankan dengan berbagai pola, baik tatap muka, mentoring, maupun berbasis wilayah agar lebih efektif,” terang Yusuf.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa pembangunan tiga SMP baru di Tambak Wedi, Waru Gunung, dan Medokan Ayu terus berjalan bertahap. Hal ini mempertimbangkan grand design sekolah yang meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga fasilitas olahraga dan ibadah.

Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, menegaskan bahwa pengurangan anggaran pendidikan sebesar Rp37,9 miliar dari total Rp2,35 triliun tidak akan mengganggu program prioritas.

“Pembangunan sekolah baru, rehabilitasi gedung, maupun pembayaran gaji guru tetap berjalan sesuai rencana,” tegasnya.

Akmarawita juga menekankan bahwa perhatian serius diberikan untuk peningkatan kualitas guru, terutama jenjang PAUD. Tahun ini, Pemerintah Kota Surabaya melalui APBD telah menyiapkan 200 kuota beasiswa S1 untuk guru PAUD berusia di bawah 50 tahun. Sementara pemerintah pusat memberikan beasiswa serupa untuk guru PAUD berusia 50–55 tahun melalui kerja sama dengan UNESA.

“Kalau dihitung, satu guru mendapatkan anggaran sekitar Rp6 juta per semester atau Rp24 juta untuk empat semester masa studi (jenjang S-1). Ini bentuk keseriusan pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas pendidikan sejak jenjang PAUD,” jelas Akma.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *