AdvertorialCakrawala LegislatifHeadlineIndeks

DPRD Surabaya Dorong Koperasi Merah Putih Dilibatkan dalam Program Pasar Murah

×

DPRD Surabaya Dorong Koperasi Merah Putih Dilibatkan dalam Program Pasar Murah

Sebarkan artikel ini
Bahtiyar Rifa'i, Wakil Ketua DPRD Surabaya
Bahtiyar Rifa'i, Wakil Ketua DPRD Surabaya

Surabaya, CakrawalaNews.co – DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk melibatkan Koperasi Merah Putih dalam program pasar murah yang rutin digelar di berbagai kelurahan.

Wakil Ketua DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifa’i, menilai pelibatan koperasi dapat memperluas jangkauan distribusi bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat peran koperasi di tengah masyarakat.

Menurutnya, saat ini Koperasi Merah Putih telah terbentuk di hampir seluruh kelurahan di Surabaya. Karena itu, keberadaannya dinilai strategis untuk mendukung program pasar murah yang selama ini dijalankan Pemkot.

“Selama ini Pemkot Surabaya rutin mengadakan pasar murah. Ke depan, akan lebih baik jika Koperasi Merah Putih dilibatkan agar distribusi sembako murah bisa lebih luas dan tepat sasaran,” ujarnya.

Bahtiyar menjelaskan, pelibatan koperasi juga dapat menjadi solusi untuk mengoptimalkan kinerja koperasi yang selama ini belum berjalan maksimal. Ia mengungkapkan, sejumlah koperasi masih menghadapi kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga belum memiliki arah pengembangan yang jelas.

“Masih ada koperasi yang belum maksimal karena keterbatasan anggaran dari iuran anggota dan belum jelas arah pengembangannya. Maka perlu ada kolaborasi dengan pemerintah,” jelasnya.

Ia pun mendorong agar Dinas Koperasi dan Perdagangan Kota Surabaya dapat menginisiasi koordinasi dengan para pengurus koperasi sebelum pelaksanaan pasar murah. Dengan begitu, distribusi bahan pokok dapat dilakukan melalui koperasi yang bekerja sama dengan pihak kelurahan.

“Ketika ada pasar murah, sebaiknya diajak rembuk para pengurus koperasi se-Surabaya agar penyalurannya bisa melalui koperasi,” tegasnya.

Di sisi lain, Bahtiyar juga menyoroti pengembangan gerai Koperasi Merah Putih yang merupakan program pemerintah pusat. Dari total rencana 153 gerai di Surabaya, baru sekitar 20-an yang telah terealisasi.

Menurutnya, salah satu kendala utama adalah keterbatasan lahan yang tidak memenuhi spesifikasi standar. Ia berharap ada penyesuaian kebijakan agar pembangunan gerai tetap bisa berjalan di Surabaya.

“Standar luas lahan sekitar 400 meter persegi, sementara banyak aset Pemkot hanya 200 sampai 300 meter persegi. Ini perlu ada penyesuaian,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan gerai sangat penting untuk menunjang operasional koperasi, termasuk distribusi barang kepada masyarakat. Tanpa fasilitas tersebut, koperasi dinilai sulit berkembang secara optimal.

“Selama ini koperasi masih menempel di kantor kelurahan, sehingga kurang maksimal. Kalau ada gerai, program bisa berjalan lebih baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *