Probolinggo, cakrawalanews.co – “Dengan gerakan nasional non tunai (GNNT) kita menghindari fitnah, lebih akuntabel dan transparan. Ini lebih baik kan? Lebih baik atau tidak?,” tanya Wali Kota Rukmini kepada Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan bendahara serta staf keuangan, yang hadir dalam rapat evaluasi dan monitoring GNNT di tahun 2018, di Puri Manggala Bhakti, Kamis (3/1/19).
“Lebih baik,” jawab kompak audiens. Ya, hampir seluruh OPD (telah melaporkan program implementasi GNNT tahun 2018. Berdasarkan data dari BPPKAD (Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah), seluruh belanja OPD yang melibatkan pihak ketiga (kontraktual) sudah non tunai. Sedangkan yang masih belum non tunai adalah belanja BBM (Bahan Bakar Minyak) dan belanja barang/jasa non kontraktual di atas Rp 10 juta.
OPD juga diharapkan dapat melaksanakan non tunai untuk belanja BBM (bekerjasama dengan SPBU), belanja perjalanan dinas luar daerah (sebagian besar belum menerapkan non tunai) dan belanja makanan minuman rapat (sebagian besar sudah menerapkan non tunai).













