Berita UtamaCakrawala Nasional

Ahmad Doli Dorong Sinergi Pemda dan Masyarakat untuk Putus Rantai Kekerasan Anak

×

Ahmad Doli Dorong Sinergi Pemda dan Masyarakat untuk Putus Rantai Kekerasan Anak

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI Ahnad Doli Kurnia bersama Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni saat mengunjungi keluarga korban bulying
Anggota DPR RI Ahnad Doli Kurnia bersama Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni saat mengunjungi keluarga korban bulying

Surabaya, CakrawalaNews.co – Kasus dugaan perundungan terhadap anak penyandang disabilitas berusia 10 tahun di Surabaya yang berujung pada kematian menjadi sorotan Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia.

Ia mendorong pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat sinergi untuk mendeteksi serta menangani indikasi kekerasan sejak dini, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga aparatur kewilayahan, agar tragedi serupa tidak terus berulang.

Doli menyampaikan keprihatinannya saat mengunjungi orang tua korban berinisial Z, Jumat (23/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni dan anggota DPRD Surabaya dari Partai Golkar, Achmad Nurdjayanto.

“Tentu ini menyakitkan buat kita semua, memprihatinkan, sedih, dan tentu saya kira sangat pantas rakyat Indonesia berduka, bangsa Indonesia berduka terhadap kejadian seperti ini,” ujar Doli.

Menurut dia, kekerasan terhadap anak tidak boleh hanya menjadi perhatian setelah muncul kasus yang menyita perhatian publik. Potensi kekerasan perlu dikenali sejak dini melalui pengawasan dan kepedulian bersama, terutama di lingkungan tempat anak tumbuh dan beraktivitas.

Doli mengibaratkan persoalan kekerasan terhadap anak seperti “api dalam sekam”. Masalah tersebut bisa berkembang tanpa terdeteksi hingga akhirnya menimbulkan dampak serius.

Karena itu, ia menilai aparatur kewilayahan, mulai dari pengurus RT/RW, lurah, kepala desa hingga kepala dusun, perlu lebih peka terhadap kondisi sosial di lingkungannya.

Mereka kata Doli, diharapkan mampu membangun komunikasi dengan warga serta mengenali tanda-tanda adanya persoalan yang mengancam keselamatan anak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *