Surabaya, CakrawalaNews.co – Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menempatkan satu aparatur sipil negara (ASN) di setiap balai RW mendapat sambutan cukup baik dari masyarakat.
Namun, DPRD Surabaya meminta kebijakan tersebut tidak hanya dilihat dari sisi kedekatan pelayanan, tetapi juga perlu dievaluasi dari aspek efektivitas dan efisiensinya.
Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, mengatakan respons masyarakat yang ditemuinya dalam kegiatan reses sejauh ini cenderung positif.
Kebijakan tersebut dinilai menunjukkan upaya Pemkot Surabaya untuk mendekatkan pelayanan kepada warga.
“Kalau di reses sebenarnya secara umum masyarakat ada sambutan yang cukup baik terhadap kebijakan itu yang menunjukkan perhatian dari pemerintah kota dalam urusan pelayanan,” kata Cahyo pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Meski demikian, Cahyo mengingatkan pelaksanaan program 1 ASN 1 RW masih terlalu dini untuk dinilai secara menyeluruh.
Ia menyebut program tersebut belum genap berjalan satu bulan sehingga evaluasi lebih komprehensif sebaiknya dilakukan setelah satu hingga tiga bulan, bahkan sampai enam bulan pelaksanaan.
Menurutnya, dari sejumlah wilayah yang menjadi sampel pengamatan, terdapat indikasi persoalan efektivitas dan efisiensi yang perlu dicermati.
Salah satunya berkaitan dengan jumlah layanan yang sebenarnya tidak terlalu besar di tingkat kelurahan.













