“Disamping rekayasa teknologi perikanan, Pemkot juga dapat mendorong pemanfaatan lahan-lahan tidak produktif sebagai tempat budidaya semanggi. Semanggi bisa menjadi alternatif pangan selain beras di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan,” tuturnya.
Fathoni juga menambahkan, riset mahasiswa Unesa yang memanfaatkan AI dapat membantu petambak dalam menentukan kondisi air yang ideal bagi pertumbuhan ikan.
“Sesuai hasil presentasi mahasiswa Unesa tadi, AI bisa dimanfaatkan untuk mengukur kadar air, amoniak, dan takaran pakan yang pas, sehingga kualitas air menjadi baik untuk ikan berkembang biak,” pungkasnya.
Sementara itu, Achmad Nurdjayanto, anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, yang turut hadir dalam audiensi, menyambut baik langkah mahasiswa Unesa yang menghadirkan solusi teknologi untuk mendukung produktivitas sektor perikanan.
“Kami di DPRD tentu mendukung penuh upaya mahasiswa yang punya gagasan konkret seperti ini. Inovasi dari kampus sangat dibutuhkan untuk memperkuat ketahanan pangan Surabaya, apalagi jika disinergikan dengan kebijakan pembangunan infrastruktur oleh Pemkot,” ujar Achmad.
Menurutnya, gagasan mahasiswa tersebut menjadi bukti bahwa kalangan muda memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pangan masa depan.












