“Surabaya bisa mendukung program ini dengan upaya edukasi terhadap pemilik tambak di kawasan pantai timur Surabaya melalui kerja sama dengan kampus yang ada di Surabaya terkait dengan pemanfaatan teknologi dalam rekayasa budi daya perikanan, sehingga produktivitas meningkat,” jelas legislator partai Golkar Surabaya ini.
Politisi yang akrab disapa Mas Toni ini juga menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung agar hasil panen tambak dapat dengan mudah didistribusikan ke pasar.
“Agar distribusi mudah, maka Pemkot harus membangun jalan yang layak menuju tambak-tambak masyarakat, sehingga hasil panen dapat dengan mudah diambil dan dikirim ke pembeli baik di pasar maupun pedagang grosir hasil perikanan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mas Toni mengapresiasi gagasan mahasiswa Unesa yang tengah berkompetisi di ajang nasional tersebut. Menurutnya, riset pemanfaatan teknologi AI untuk pengelolaan perikanan modern merupakan langkah inovatif yang bisa mendukung kebijakan ketahanan pangan pemerintah.
“Gagasan mahasiswa Unesa yang sedang mengikuti Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional tentang pemanfaatan teknologi AI dalam peningkatan dan pengelolaan perikanan modern ini gagasan yang bagus dan semoga mendapatkan kemenangan, sehingga gagasan tersebut dapat diimplementasikan dalam upaya Pemkot mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto,” kata Fathoni.
Selain itu, ia juga mendorong agar Pemkot memanfaatkan lahan tidak produktif sebagai alternatif pengembangan pangan lokal, termasuk budidaya semanggi.












