Dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan sejumlah infrastruktur strategis, antara lain Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), pelebaran Jalan Wiyung, pembangunan Flyover Dolog, pembangunan Saluran Diversi Gunungsari, pemasangan PJU, pembangunan Jalan Tembus Dharmahusada, serta penanganan genangan.
Menurut politisi yang akrab disapa Mas Toni ini, pembiayaan alternatif yang dikelola dengan baik dapat memacu pertumbuhan ekonomi Surabaya.
Ia mencontohkan proyek diversi Gunungsari yang ditargetkan rampung 2025 dan diyakini akan menumbuhkan pusat usaha baru serta lapangan kerja.
“Kami optimistis di 2026 masyarakat Surabaya sudah bisa merasakan dampaknya,” ujarnya.
DPRD Surabaya, lanjutnya, akan mengawal pelaksanaan pinjaman ini agar sesuai dengan rencana dan menghindari potensi penyimpangan (Fraud).











